Mana cerita hantunya? | Alit Ambara

Si Tentara Mabuk Memberangus Buku

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Sudah berpeluh keringat bercucur di medan dagelan Menenggak pekak sampai mabuk Moncong senapan diarahkan ke kepala sendiri Membunuh literasi

Ilustrasi | Banana Meinhoff

Kalender Hujan yang Kusut

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Sudah setumpuk hujan diciprati puisi dari sepanjang tinta kering di musim semi di sela bibir kertas centil menari-nari akhirnya

Ilustrasi | Ekathimerini

Aku Menulis Puisi Disunyi Agitasi

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** 1. Sebelum angin utara berbunyi derik kulihat dari sepanjang kalender berduri aku menjerit dengan puisi yang terhunus satu demi

Voltaire | India Today

Belajar dengan Voltaire

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Pelajaran pertama ialah menjadi lugu Sebab menjadi tau adalah tanpa buru Karena guru terkadang ambigu yang melangkah dengan deru

Ilustrasi | National Geographic

Fudhail ibn Iyadh dan Leo Tolstoy

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Berkata Tolstoy; Engkau lah rabuk di dalam hitam tanah Dulu sebagai kotoran kini membalur cinta Kemarin sebagai penyamun yang

Ilustrasi

Tanpa Hampa, Menilik Sufi yang Ditulis Attar

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Musisi tanpa album Adalah suara yang sublim Aktor tanpa drama Adalah panggung lakon berkisah Cinta terlalu memuja Adalah kerja

Ilustrasi | On Bookes

Terjerumus pada Pesohor

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Aku ingin Mencela Seperti Voltaire Di tengah congkaknya agama Secara lugu-seoptimis Candide Aku ingin mencinta Seperti Tolstoy Di ladang