Suharto dan antek-anteknya | Istimewa

Cindera-Mata Orba

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Cindera-Mata Orba Adalah para tentara Yang bertempur dengan bara Yang meneteskan lara Jatuh membasahi dada Membentuk danau luka Diselami

Jokowi dan Prabowo | Tempo

Kampanye

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Sebuah toko telah dibuka Warna-warni produk nestapa Para pedagang banting harga Obral verbal calon penguasa Sedang tawar-menawar agama Tukang

Ilustrasi | WSBuzz.com

Daftar Dosa Koruptor

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Menikam perut jelata dengan lidah berdalih Meneguk keringat buruh yang merintih Memakan tambang dengan lirih Lara rakyat semakin mendidih

Ilustrasi wafatnya Husain bin Ali - sroogle.ru

Nyala Karbala

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Air mata seluas ceruk samudera taklah cukup Karena Asyura lah tangisnya melebihi dalamnya samudera Kesedihan menggempa yang meletup-letup Tak

Selamat jalan Peter Kasenda | Facebook/Screenshot

Menjarah Sejarah: Untuk Peter Kasenda

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Pada mulanya, kehidupan terbentuk Seperti menggenggam tanah liat Kemudian membentuknya bagai keramik Dipelintir, dibanting, dan diukir rumit Dan berdesir

Sejumlah bendera Rojava terbentang tertiup angin | Internationalist Commune

Baju Marah Delima: Untuk Rojava

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  ***   Ini baju marah delima Kenakanlah dengan gembira Ketika sabar telah sirna Kala kemerdekaan direnggut purnama   Pada hati

037494300_1441628496-Cover

Kepada Cak Munir

kolong langit yang mendung membawa racun awan negara lah yang meneteskan menghujani jiwa yang pilu, mengguncang hati kemanusiaan keberanian mu adalah udara yang ditiupkan menghembuskan

PILPRES

Macam-macam Dongeng Pilpres

Nasionalis yang agamis komat kamit bertasbih membawa dzikir tentang nilai lebih Nasionalis yang agamis memberi fatwa halal haram hantam jadi produk ketawa Nasionalis yang agamis

copy-of-akang

Prasangka ; Untuk Kiyai Fiksi

Prasangka dicipta untuk menenun dialektika membentangkan sehelai kain retorika dikenakan seperti baju imajinasi demi membunuh akal sebagai solusi sekaligus membungkus mistifikasi Prasangka dimiliki oleh siapapun

Kepada Wiji Thukul, Sehimpun Puisi - Janeska Mahardika