Aksi May Day di Bandung | Reuters

Pledoi May Day

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute) *** Barisan hitam barisan merah barisan putih barisan biru barisan hijau dan barisan warna lainya adalah manusia. Yang bernyanyi dan

Haymarket Riot | The Nation

Mei, Api Revolusi

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute) *** Jelmaan sinar MeiLaranya berdegup-degup kiniDahulu dirinya silau apiyang menerangi Sedang aku, masih percik yang rintik-rintikApi yang bersemayam di dalam

Ilustrasi | Vice

Kepada Audrey

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Engkau tetap dambaan Mahkotamu terpatri di dasar hati Kehormatanmu ada di kepala Dibungkus dengan jati diri yang perawan

Ilustrasi | YouTube/Ben Miller

Petani yang Dihinggapi Kupu-kupu

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Kupu-kupu terbang hinggap di mata petani Mereka saling bertatap Saling menyapa Berbagi peluh Si petani memberi bajak kepada kupu-kupu

Film Cesar Chavez | Imagenesmi.com

Memanen Senyum

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Padi-padi merunduk menandakan kematangan Saatnya memanen waktu yang mengayunkan harapan Senyum petani yang manis adalah harga jual yang asam

Ilustrasi | CartoonStock

Seorang Pekerja yang Mempresentasikan Kemiskinan

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Seorang pekerja yang tengah frustasi Duduk mengantre menerima gaji Dari kursi harapan yang menyeringai Ketika menghadap seorang atasan Ditegakkannya

Ilustrasi | The TLS

Kelas Pekerja yang Dilibas Mimpinya

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Kasur yang menopang para pekerja keras tergenang busa air bicara yang begitu deras membentuk pulau-pulau belati bertabur setelah tidur

Ilustrasi | Portland Mercury

Petualangan Para Anarki

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Perjalanan ini tanpa peta Atlasnya pengembara berakrobat di atas air di bawah udara mengejar kilat yang mencuri kulit langit

Kepada Wiji Thukul, Sehimpun Puisi - Janeska Mahardika