Suluh Pergerakan

Sastra

Alquds

Kala peduli telah tuli Mengambang dalam kenyamanan Tak gusar dan tak mau tahu Pada Alquds yang dilipat pilu Celaka yang sejadi-jadinya Ditimpa oleh bencana dunia Digoreng dalam neraka Meski berkali-kali puasa Akan pupus disantap murka Sahur dan buka mereka Kudapan luka Alquds melambai dari Palestina Bukan meminta tolong Tapi mencakar-cakar jiwa Yang pandai melolong Dalam …

Alquds Selengkapnya »

Wabah, Kuasa, dan Ancaman Kematian

Membaca Kisah Surati dan Plikemboh pada Bagian Ketujuh Buku “Anak Semua Bangsa” Karya Pramoedya Ananta Toer *** Oleh: Yoshi Fajar Kresno Murti[1] Dengan cara apalagi kita membebaskan diri sekaligus melawan untuk tetap melata ketika setiap tubuh di setiap jengkal planet ini diancam oleh virus kematian? Apa yang tersisa dari cita-cita (ke)hidup(an) yang berdaulat ketika ketakutan …

Wabah, Kuasa, dan Ancaman Kematian Selengkapnya »

Monolog: JAREK

            Jangan nyalakan lampu terlalu terang!             Karena keremangan akan membuka segala kemungkinan. Dan aku merasa nyaman dalam hening kegelapan. Bukankah semua  berawal dari kegelapan? Bukankah hal-hal baik yang mampu mengubah dunia berawal dari meja kegelapan? Kita berada dalam kegelapan. Jaman gulita yang dipenuhi binatang-binatang liar yang siap menerkam siapapun. Jaman gulita yang dihuni rencana-rencana …

Monolog: JAREK Selengkapnya »

Ibu, Esok Kamis Kau Datang Lagi

Oleh: Ahmad Effendi Tubuhku terhuyung menemui aspal. Teriakan dari orang-orang sekitarku hanya samar kudengar. Pandanganku mengabur, khayalku terbawa ke tempat di mana ibuku menyajikan sarapan di atas meja makan. Dengan senyum ia selalu mengatakannya setiap pagi: “Jangan tinggalkan meja ini sebelum sarapan kau habiskan, sayang!”  Oh, begitu kurindukan sebait kata itu. Rasanya sudah begitu lama tak kudengar. Semenjak titik …

Ibu, Esok Kamis Kau Datang Lagi Selengkapnya »

Kabinet Indonesia Maju | Sindonews.com

Pesta Negara

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** 1/ Pesta digelar pada senyum dukaRontok tawa diseka nada tanda luka Sambutan sudah direnda-rendaMewartakan keindahan kesedihanTangis yang membentuk gerimis 2/ Simponi berbisik-bisik ke nuraniMereka sedang menciptakan festival kebencianDikemas dengan harmoni kalbu kacau-balau Sudah alpa segala panca indraYang hadir lonceng-lonceng berjejer di setapakKarnaval menuju ke pemakaman jiwa 3/ Tak ada …

Pesta Negara Selengkapnya »

Film La Sombra de la Ley atau Gun City | Netflix

Zaman Bergerak!

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** A/ Ternyata asap menurunkan getaran Mengobarkan marah di jalanan Mahasiswa, pelajar, buruh, dan tani Merangsek masuk ke gedung untuk menyelami B/ Paripurna sudah purna Tak ada lagi purnama Yang menerangi jiwa C/ Waktu telah memanggil Ketika ngeri yang menggigil Memangil-manggil D/ Luka-luka di kepala Dipentung polisi Laku-laku mereka Berujung …

Zaman Bergerak! Selengkapnya »

Ilustrasi novel George Orwell, 1984 | Digitaltrends.com

Surat untuk Malaikat Izrail

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** “War Is Peace, Freedom is slavery, Ignorance is strength” -George Orwel, 1984 Yth, Malaikat Izrail Bismillahirahmanirahim. Salam, mohon maaf sepagi ini saya harus menuliskan surat untukmu, wahai Izrail. Mumpung mimpi saya semalam masih belum lari, maka saya bermaksud untuk menyampaikannya segera mungkin. Saya ingin menceritakan mimpi yang sungguh menakutkan …

Surat untuk Malaikat Izrail Selengkapnya »

NKRI Harga Mati | Inidesain.com

Alternatif Harga NKRI

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Biar kita beradab tidak dalam keaadaan sinting, “NKRI harga miring”Agar kita bisa memasung pikiran-pikiran bloon, “NKRI harga diskon” Supaya setiap kebijakan adalah kemanusiaan, “NKRI harga teman”Pemenuhan hal-hal pokok mendasar, “NKRI harga bazar” Saatnya proletar sebagai diktator yang manis, “NKRI harga marxis” Membuat negara menjadi fosil, siapapun bisa menikmati …

Alternatif Harga NKRI Selengkapnya »

Hutan Amazon | ktla.com

Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Ku tengok asap polusi akan matiBila listrik ikut mati Ku elus paru bumi menggeleparDada manusia menjalar membakar Ku hirup bersih udaraKetika hutan ditanami air mata Ku lihat ikan berenang di laut mautKarena desir limbah berombak merambat Ku pijak tanah keringDari sujud yang tak membekaskan kening Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa TukadzdzibaanTerus …

Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan Selengkapnya »

Kereta Babaranjang | YouTube/Rahman Syawal

Babaranjang

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** DPR atau Daerah Pinggir Rel, begitu mereka menyebutnya. Sebuah kampung kumuh, sarang penganggur, tempat para pemabuk, dan penjudi yang tanahnya bersebelahan dengan jalur kereta api Babaranjang. Di sana lah Atang hidup dengan kisahnya yang sukses sebagai penjual asongan dan berhasil menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Sebagai seorang anak yatim, …

Babaranjang Selengkapnya »