Sastra

Kepada Wiji Thukul, Sehimpun Puisi - Janeska Mahardika

Saya Mau Cerita Puisi dengan Iringan Kacapi

Identitas, Puisi, dan Perlawananby Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute) *** Cerita Puisi Saya mau cerita puisi dengan iringan kacapi. Biasanya, orang Kaili yang ada di pesisir Sulawesi Tengah memainkan kacapi untuk mengiringi lagu panjang, mereka menyebutnya: dade ndate. Tapi tenang, saya tidak memainkan cerita panjang, juga bukan cerita pendek, tapi mungkin saja menyerupai prosa, yang …

Saya Mau Cerita Puisi dengan Iringan Kacapi Selengkapnya »

A Dog's Journey | SlashFilm

Namaku Anjing

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute) *** Namaku anjing Aku mempunyai empat kaki Tak ada tangan, hanya kaki Karena itulah aku tak bisa lempar batu sembunyi tangan Untuk itulah aku diciptakan menemani langkah tuan Dan memberi kesetian kepada tuan Dan ke mana pun tuan pergi Namaku anjing Aku mempunyai lolongan panjang Bukan ingin agar terlihat garang …

Namaku Anjing Selengkapnya »

Ilustrasi Bird Box | The Verge

Karunia Si Buta dan Si Tuli

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute) *** Seorang yang buta bisa melihat indahnya dunia Dan bisa melihat rusaknya dunia dengan mendengarnya Orang banyak dengan pandangannya hanya mampu melihat rumahnya Yang seluas tempurung kelapa, sudah itu seperti tak terjadi apa-apa Seorang yang tuli bisa mendengarkan kicauan keindahan kehidupan Serta lonceng kekacauan dengan pandangan Telinga banyak tak sanggup …

Karunia Si Buta dan Si Tuli Selengkapnya »

Aksi May Day di Bandung | Reuters

Pledoi May Day

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute) *** Barisan hitam barisan merah barisan putih barisan biru barisan hijau dan barisan warna lainya adalah manusia. Yang bernyanyi dan menari di kala tetesan mentari jatuh membasahi bersama fitnah keji yang terdiri dari adonan kemelaratan berpikir. Delapan jam kerja untuk pekerja. Dari gadis berhijab sampai SPG manja. Dari yang jenggotan …

Pledoi May Day Selengkapnya »

Haymarket Riot | The Nation

Mei, Api Revolusi

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute) *** Jelmaan sinar MeiLaranya berdegup-degup kiniDahulu dirinya silau apiyang menerangi Sedang aku, masih percik yang rintik-rintikApi yang bersemayam di dalam duriHari-hari yang terus berlariDikejar diri sendiri Hati yang sibuk mengitari terik Meski kami sama-sama anak matahariMeski dia telah menjadi kembang apiTetapi akulah lidah apiYang tak pernah padam menjilati Air pedih …

Mei, Api Revolusi Selengkapnya »

Ilustrasi The Good Earth | YouTube

The Good Earth, Mengamati Kelas Petani China Lewat Pearl S buck

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Ujar Wang Lung; “Sebuah keluarga akan habis riwayatnya—kalau mereka sudah mulai menjual tanah-tanahya, kita berasal dari tanah dan kita mesti kembali lagi ke situ—dan kalau kalian masih mau mempertahankan tanah itu, kalian bisa hidup terus—tak ada orang yang bisa merampas tanah begitu saja”. (The Good Earth, Bab 34, hlm, …

The Good Earth, Mengamati Kelas Petani China Lewat Pearl S buck Selengkapnya »

Ilustrasi | Vice

Kepada Audrey

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Engkau tetap dambaan Mahkotamu terpatri di dasar hati Kehormatanmu ada di kepala Dibungkus dengan jati diri yang perawan

Ilustrasi | YouTube/Ben Miller

Petani yang Dihinggapi Kupu-kupu

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Kupu-kupu terbang hinggap di mata petani Mereka saling bertatap Saling menyapa Berbagi peluh Si petani memberi bajak kepada kupu-kupu Agar bisa membajak keringnya kesedihan Agar menanami air mata tumbuh di angkasa Kemudian menghujani hati yang kemarau Kupu-kupu memberikan sayapnya ke petani Agar petani terbang mengitari lelahnya Atau setidaknya, sayap …

Petani yang Dihinggapi Kupu-kupu Selengkapnya »

Film Cesar Chavez | Imagenesmi.com

Memanen Senyum

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Padi-padi merunduk menandakan kematangan Saatnya memanen waktu yang mengayunkan harapan Senyum petani yang manis adalah harga jual yang asam Yang mengalir dari air muka para tengkulak Senyum petani yang gahar Adalah pertanda, kala beras-beras tersenyum lebar Dalam haru petani yang ditebar

Ilustrasi | CartoonStock

Seorang Pekerja yang Mempresentasikan Kemiskinan

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Seorang pekerja yang tengah frustasi Duduk mengantre menerima gaji Dari kursi harapan yang menyeringai Ketika menghadap seorang atasan Ditegakkannya martabat dengan penuh keyakinan; “Pak, aku, layak meraih upah seutuh purnama rembulan! Penuh, tidak bersabit” Kemudian seorang atasan memicingkan mata Keputusannya serasa gerhana Gelap mendatar di langit-langit luka; “Oh ok, …

Seorang Pekerja yang Mempresentasikan Kemiskinan Selengkapnya »