Ilustrasi museum | Karl Marx House

Kecewa Telah Menjadi Museum

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Aku berkunjung ke museum bisu yang mengkoleksi debu Menceritakan angin lalu jauh Dinding-dindingnya sebercak peluh Lantainya letih menopang rindu

Ilustrasi | century956.rssing.com

Pagi-pagi di Teras Depan

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** 1/ Ada embun menetes di koran Menyelinap dalam berita Kriminal, ekonomi, pendidikan, dan budaya Telah pudar menjadi bubur Diseruput

Baliho Julian Assange | Fair Observer

Zapatista dan Wikileaks

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Dua kutub yang menunutup wajah dan nama Membuka keran samudera biru Meluap dari kesenyapan goa-goa tapa bahasa Kata dan

Ilustrasi | MONSTER BRAINS

Ayat-ayat Setan 2019

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Mereka menyirami agama Tumpah menikam manusia Pada dalil yang dituangkan Tuak menetes membasahi kesucian Agama diajak mabuk para penguasa

2f4e3150-2046-4960-ad98-46b9a6241d5c

CERITA DUA SAHABAT

Oleh: Melki AS – [Pegiat Social Movement Institute] ‘Cemburu adalah sentimen yang dangkal, tapi normal. Kita hanya perlu memahaminya, dan tidak kaget saat itu terbakar’

Ilustrasi | Act For Freedom Now

Sajak di Penghujung Tahun

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Aku melihat kembang api meletus di angkasa kilatan apinya menghanguskan cerita Kepakan sayap mereka derita yang terbang tanpa arah

Mana cerita hantunya? | Alit Ambara

Si Tentara Mabuk Memberangus Buku

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Sudah berpeluh keringat bercucur di medan dagelan Menenggak pekak sampai mabuk Moncong senapan diarahkan ke kepala sendiri Membunuh literasi

Ilustrasi | Banana Meinhoff

Kalender Hujan yang Kusut

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Sudah setumpuk hujan diciprati puisi dari sepanjang tinta kering di musim semi di sela bibir kertas centil menari-nari akhirnya

Ilustrasi | Ekathimerini

Aku Menulis Puisi Disunyi Agitasi

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** 1. Sebelum angin utara berbunyi derik kulihat dari sepanjang kalender berduri aku menjerit dengan puisi yang terhunus satu demi