ao

Pembajakan “Ruang” Akademik

Berikut adalah pemaparan hasil riset “Kebebasan Akademik” Luthfian Haekal dan Ahmad Shalahuddin:http://bit.ly/RisetHaekalAhmad

Ilustrasi | mualliminenamtahun.net

Maulid dan Tasawuf Progresif

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Selamat datang, Duhai penolong si fakir dan si miskin! Selamat datang, Duhai ruh nan abadi, selamat datang! Selamat datang,

72655370_10211472497208142_6718310568798715904_o

Sederhananya Belajar Filsafat Cinta

Oleh; Melki AS (pegiat Social Movement Institute) ‘Seseorang bisa saja jatuh cinta dan patah hati berkali-kali. Yang membedakan adalah cara mereka menghadapi patah hati. Terkadang

images

Waktunya Melantik Gerakan Oposisi

“Tak ada negara yang bisa dianggap hidup jika tidak ada konflik di dalamnya” -Soekarno Banyak orang kuatir oposisi tak muncul karena Prabowo jadi Menteri. Lebih

Independent-Observer-30-Jokowis-broken-Political-promises

MEMBACA MASA DEPAN REZIM

“Apakah kata-kata yang ada pada diri kita sekarang ini masih sanggup mendukung pandangan dunia dan hidup yang baru saja kita peroleh” -Asrul Sani Prabowo jadi

download

POLITIK MENUJU KEMANA?

“Berbaris Terpisah dan Memukul Bersama”- Plekhanov Foto Sea Games itu mendapat respon luar biasa: berangkulan Prabowo dengan Jakowi. Gambar yang seakan menunjukkan keakraban, kedekatan serta

gbr-edit google.com

Ter-Untuk Mas Nadiem Makarim !!

Melki AS – pegiat Social Movement Institute *** Hari ini pakde Jokowi sudah selesai mengumumkan porsi kabinetnya. Kabinet jilid II ini diharapkan mampu merampungkan kerja

f23e1550-eadd-443b-a8b6-4976b51d7853_169

Dear Mr President

“Kita berjuang demi mereka! Bukan tentang kau atau aku. Tapi ini tentang anak-anak yang akan lahir dan dunia yang akan mereka tinggali!” –Mc Leod ***

Greta Thunberg | Abey Ahmed

Waktunya Tuan Presiden Punya Kawan Baru!

“DEMOKRASI HARUS DICEGAH KARENA SISTEM INI MEMBERI KEMUNGKINAN BAHWA SUATU NEGARA AKAN DIPERINTAH OLEH ORANG-ORANG DUNGU YANG KEBETULAN MENDAPAT BANYAK SUARA DARI PENDUKUNGNYA” -Socrates Bapak

Kepada Wiji Thukul, Sehimpun Puisi - Janeska Mahardika