Suluh Pergerakan

Sastra

Surat Terakhir Untukmu

Oleh Melki AS (Pegiat Social Movement Institute) Mungkin ini surat terakhir yang kukirim padamu. Setelah sebelumnya aku rutin mengirimimu surat dan cerita-cerita pendek yang kubuat sebagai naskah untuk di terbitkan tahun depan. Dan di surat ini aku sangat punya alasan untuk mengatakan kalau ini yang terakhir. Pertama, karena aku sudah menuliskan semua rahasia diriku yang …

Surat Terakhir Untukmu Selengkapnya »

Ruangan Lantai Tiga Itu Sepi

Oleh Melki AS (Pegiat Social Movement Institute) Ruangan yang ada di lantai tiga itu terlihat sepi. Papan whiteboard yang diatasnya tertulis ‘Jadwal Sosialisasi’ tidak terlihat ada agenda apapun. Garis kotak-kotak yang bertanggal – yang seharusnya berisi jadwal rapat dan pendampingan – kini bersih. Hanya ada tulisan nama-nama – Azka, Arif, Melki, Aan, Niko, Dian, Eni, …

Ruangan Lantai Tiga Itu Sepi Selengkapnya »

Layangan Keresahan

Oleh Salma (Pegiat Social Movement Institute) . aku bekerja untuk sebuah kepuasan, aku bekerja untuk sebuah keringat, aku bekerja untuk setetes darah, aku bekerja untuk ruam dan luka yang terus menganga. . aku bekerja untuk nadi yang tak terbayar, aku bekerja untuk sebuah kemunafikan, aku bekerja untuk sebuah omong kosong, aku bekerja untuk babi yang …

Layangan Keresahan Selengkapnya »

Kerbau Hendak Menjadi Raja

Oleh Melki AS (Pegiat Social Movement Institute) Akhir-akhir ini seluruh hutan sedang kacau balau. Mr. Kerbau – yang terpilih menjadi pimpinan hutan selama dua musim – baru saja membuat hal yang kontroparsial. Peraturan baru untuk hutan dan kawanan sudah akan di terapkan. Ini yang akan membuat kekuasaan Kerbau akan semakin membatu. Semua yang berlawanan akan …

Kerbau Hendak Menjadi Raja Selengkapnya »

IBU

Oleh: Melki AS (Pegiat Social Movement Institute) “Sekarang aku baru tahu” ujar Nana dalam hati, “bahwa hidup ini hanya untuk melipat kenangan dari kenangan, dan selebihnya adalah bagaimana harus merapikan, meletakkannya dalam kotak dimana sudah seharusnya kenangan itu tersimpan, selain menaburinya dengan butiran-butiran doa”.  *** Belakangan ini Nana tak henti mengeracau tentang dirinya. Permasalahan-permasalahan yang …

IBU Selengkapnya »

PENDEMO ITU TELAH TIBA

Oleh: Melki AS (Pegiat Social Movement Institute) “duar…duar…duar…” “duar…duar..duar…” Asap putih membumbung dan menyebar ke kerumunan massa. Seketika itu banyak yang menjerit. Berlarian. Berdesakan. Mereka melesak masuk gang-gang sempit itu. Untung saja gerbang gang itu tidak ditutup. Beberapa orang tampak ada yang di bopong temannya. Perempuan-perempuan menangis sambil menutup matanya. Efek dari gas itu benar-benar …

PENDEMO ITU TELAH TIBA Selengkapnya »

Puisi untuk Penguasa!

Aku demo Karena telingamu dua tapi tuli Tidak pernah mendengar aspirasi Kau baru dengar suara kami ketika Jalan tol aku kuasai Bandara aku duduki Dan tangki-tangki BBM kusandera               Kau punya dua mata               Tapi dua duanya buta               Kau melihat ketika               Aku bakar ban-ban               Aku bakar pos-pos polisi               Aku bakar semua …

Puisi untuk Penguasa! Selengkapnya »

Doa Orang-orang yang Tertindas Omnibus

Oleh: Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute) Ya Allah… Langitmu masih gelap Senjamu malu-malu menatap Aku bersimpuh penuh harap * Ya Allah… Tak perlu kami tunjukkan lebar penderitaan dan kesewenang-wenangan Kau telah melihatnya dengan keleluasan Dengan jagad kekuasaan * Ya Allah… Aku tahu bahwa aku masih bergelimang dosa Tetapi tatkala penguasa berbuat nista Apakah kami …

Doa Orang-orang yang Tertindas Omnibus Selengkapnya »

Ilustrasi - Partai Anjing/Iksan Skuter

‘Parlemen Negeri Anjing’

Oleh Melki AS (Pegiat Social Movement Institute) Hidup di Negeri Anjing belakangan ini memang semakin susah. Partai berkuasa yaitu Partai Anjing Per-Uangan semakin tidak terkontrol dalam pengambilan kebijakannya. Dan cilakanya, partai lainnya bersetuju saja dengan tawaran sejumlah undang-undang yang diajukan partai penguasa. Katanya asal ada ‘cuan’. Cuan adalah segala-galanya. Bukan saja di Negeri Anjing, tapi …

‘Parlemen Negeri Anjing’ Selengkapnya »

Puisi Anti Omnibus Law!

Oleh Nalar Naluri kisah seribu satu malam ada kisah roro jongrangdi parlemen edanmereka dalam semalambangun candi kesengsaraan tak becus urus virusbegitu ganasdan culasdi omnibus kompeni kalah kejiini batu bertajidari kepalakepalaluka negara kompeni kurang kejamini lidahlidah bergaramdari sejarah kelamgelap malam yang tak padam bijak dibajak kebijakan sudah menjelma ikan yang terbangdiam-diamnya sambil memangsa sambil melayangkebiadapan meniru …

Puisi Anti Omnibus Law! Selengkapnya »