Suluh Pergerakan

Sastra

Merpati Yang Kini Pulang Kembali

Oleh: Melki AS (Pegiat Social Movement Institute) Selepas si begundal bajul buntung berewokan itu keluar dari penjara, Nana memutuskan untuk memberinya kesempatan lagi untuk hadir dalam hidupnya. Karenanya itu aku kemudian berusaha mengambil jarak dengannya. Karena bagiku begundal bajul buntung itu tidak terlalu penting untuk dijadikan seorang teman. Meskipun dulu aku terlibat dalam pembelaan pada …

Merpati Yang Kini Pulang Kembali Selengkapnya »

Pesan Acak Untuk Negeri

Oleh Salma (Pegiat Social Movement Institute) Setiap paginya selalu disapa oleh lambaian bunga matahari Nyanyian burung gereja yang merdu Percikan air sungai Angin yang selalu menyapa di pagi hari itu Tuhan Sangat tahu bagaimana cara menyapa hambaNya saat itu Semua yang dipahat olehNya menjadi jamuan setiap ummat Pemilik sanubari tak lekang memberikan jengkalan kenikmatanNya Tak …

Pesan Acak Untuk Negeri Selengkapnya »

Kepada “SEPTEMBER”

Oleh Melki AS Sep, aku ingin cerita satu peristiwa padamu, Sebelum semuanya tenggelam pada kurun yang melahirkan generasi amnesia akut, Yang lupa bahkan pada aliran darahnya sendiri Sesungguhnya cerita ini sangat naHas dan tragis, Dan sepertinya tak ada kesialan yang bisa diukur lagi layaknya kubik-kubik pada sebuah muatan, Memori nasib yang paling hitam, Ingatan yang …

Kepada “SEPTEMBER” Selengkapnya »

Kaja Yang Rumit Dieja

“pooooop…pooooop….poooop….” KM. KAMBUNA sudah tiga kali meniupkan terompetnya. Terdengar pengumuman, “abek-abek, siap muka-belakang, tiga puluh menit lagi kapal akan diberangkatkan. diharapkan agar para pengantar dan pejemput untuk segera turun dari kapal.” Bunyi peringatan dari cerobong kapal siang itu berlayar dengan rute: Pantoloan-Ujung Pandang-Balikpapan-Tanjung Perak. Di kapal keributan jamak terjadi, riuhnya melebihi pasar, suasananya campur aduk. …

Kaja Yang Rumit Dieja Selengkapnya »

Perahu Rohingya di Seunuddon

Teruntuk Aceh Kau telah membuktikan Ketidakmampuan ombak Menenggelamkan nurani Sekalipun berlipat tsunami tirani Atau pandemi Kemanusiaanmu tetap tegar sekuat karang Kau mengulurkan tangan sepanjang pantai Luas membentang Memeluk tanpa batas Saat air mata Rohingya sudah bercampur samudera biru Hatimu bagai bahtera Nuh Jiwamu berenang lincah seperti paus Yang menelan Yunus Kesucian kemanusiaan kau selematkan Kau …

Perahu Rohingya di Seunuddon Selengkapnya »

Floyd

Di depan swalayanNafas dijepit lututRaungan menuntutBicara diborgol eratKarena kulit legam Di depan KamasanUmpatan adalah candaanLucu menyakitkanKomedi putar sejarahKetawa yang menjajah Hitam dan keritingAdalah gelapPutih dan lurusAdalah suciDiukur dalam gelas kaca retak Floyd di seberang lautan begitu tampakPapua di pelupuk mata kok berjarak

Pengobatan Yang Membingungkan

Rintihan demi rintihan, tangisan demi tangisan, umpatan demi umpatan sudah tak terhitung lagi. Hampir tiap tengah malam, siang hari, sore hari, datang berkunjung secara tak sopan. Gumpalan daging di dalam perut sudah semakin membesar. Menjalar ke organ-organ terdekat. Sakitnya minta ampun. Sudah delapan tahun lamanya tertanam. Kadi sangat sedih melihat Ibunya merengek kesakitan. Terkadang, dua …

Pengobatan Yang Membingungkan Selengkapnya »

Hari Raya Isolasi

Lebaran telah tiba Kemenangan buat kita Yang berada dalam kerumunan sepi Merayakannya dengan kembang api cinta yang meletus di hati Menyalakan ayat suci bagai lilin-lilin terangi sunyi Kemudian beduk dan takbir berkonser maut Petasan-petasan rindu sudah tersulut Sungguh bulan Ramadhan ampunannya sejumput Laksana karnaval obor bercahaya Berdoalah dengan suara diam namun terang Dia Maha Mendengar …

Hari Raya Isolasi Selengkapnya »