Penggusuran Tambakrejo | Jateng Today

Kepada Aparat yang Menggusur Warga Tambakrejo

“Jangan kau usir mereka yang menyeru Tuhanmu pagi dan petang, mengharapkan keridaan Allah. Engkau tidak memikul tanggung jawab mereka sedikitpun. Begitu pula mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun. Apabila kau usir mereka, kamu akan termasuk orang-orang yang zalim” Qs Al-An’am: 52

“Puasa hari pertama, rumah kami malah dirobohkan” -Slamet, penduduk Tambakrejo

Puasakah anda semua di hari ini? Tahukah kalian apa itu arti puasa? Puasa itu bukan menahan diri dari lapar dan dahaga. Tapi menahan diri dari tindakan kejam dan sewenang-wenang. Bisakah kalian tunjukan dalil agama satu saja yang memperbolehkan dalam bulan suci kita menganiaya sesama? Jika kalian datangkan alat-alat berat di bulan puasa untuk menggusur rumah warga, apa itu tergolong tindakan orang berpuasa? Percayakah kalian kalau Tuhan itu ada dan menyaksikan semua tindakan itu?

Tidakkah kalian itu nanti akan bertanggung jawab sendiri di alam baka? Berdiri tanpa seragam dan tanpa pentungan, kalian akan ditanya apa yang sudah kalian lakukan di dunia ini? Tidakkah kalian malu dalam bulan puasa ini melakukan tindakan yang melukai orang yang sedang berpuasa? Apa yang membuat kalian berani berbuat bertindak seperti itu di bulan yang suci ini? Siapa yang mengilhami tindakan kalian? Bukankah setan sudah dibelenggu oleh Tuhan di bulan Ramadhan? Jangan buat kami curiga kalau setan telah mewariskan posisinya sebelum dibelenggu.

Apakah Tuhan akan bangga di bulan suci melihat penguasa menggusur tanah rakyatnya? Apa kalian tidak malu melakukan tindakan keji yang itu bisa membatalkan puasa kalian sendiri? Sudahkah hilang kesopanan, kesantunan, dan keadaban kalian dalam memperlakukan rakyat kecilnya? Tidakkah kalian dengar Rasulullah SAW berpesan agar kita itu melindungi dan membela yang lemah? Bahkan ajaran puasa itu gunanya untuk merasakan kepekaan pada orang miskin dan lemah.

Tahukah kalian di mana Rasulullah tinggal? Beliau berada bersama orang lemah. Beliau ada di sekeliling orang lemah. Pernahkah kalian dengar sabda Rasulullah? “Carilah aku di antara orang-orang lemah. Sebab kalian hanya akan diberi rezeki dan pertolongan karena orang-orang lemah kalian. (HR al-Tirmidzi)”

Rasulullah ada di antara mereka yang tergusur, teraniaya, dan terlukai keadilannya. Bayangkan kalau kalian bertemu Rasulullah SAW lalu -beliau- bertanya: apa yang kalian lakukan untuk orang yang lemah di bulan suci ini?

Malah kalian di bulan puasa melukai orang lemah. Pantaskah kalian menyebut diri sebagai orang beriman kalau bertindak semacam itu? jika kalian percaya ada hari akhir, apa yang bisa kalian katakan jika Tuhan bertanya kenapa kamu melakukan ketidakadilan di bulan suci ini? Beranikah dirimu menjawab seperti yang dimuat di media massa hari ini dengan mengatakan bahwa memang itu keputusannya? Keputusan terbaik bulan suci Ramadhan adalah menggusur tanah rakyat?

Jika jawaban yang kalian katakan seperti itu, apa malaikat tidak menamparmu? Malaikat pasti bertanya ulang: Memang tidak ada waktu lain selain bulan Ramadhan? Memang caranya harus seperti itu memukuli, mendatangkan alat berat, bahkan bawa pasukan yang banyak sekali jumlahnya? Bukankah kata warga sudah ada negosiasi yang disepakati bersama? Mengapa kalian tak sabar padahal puasa itu menyuruh kalian sabar! Amalan agama siapa yang kalian ikuti hari ini?

Pantasnya bukan hanya kalian yang ditanya. Tapi para pejabat yang berwenang melakukan ini semua. Mereka yang mungkin juga berpuasa, sholat, tarawih, hingga sering ikuti pengajian segala. Apa memang amalan bulan puasa yang utama itu adalah menggusur tanah penduduk yang tak punya apa-apa? Tidakkah kalian malu pada Tuhan yang memerintahkan puasa sebagai cara untuk merasakan kehidupan orang miskin yang malah kalian gusur kehidupannya.

Jika begitu untuk apa kalian puasa? Tidak mampu menahan diri bahkan merasa benar sendiri. Kalau begitu untuk apa kalian tetap puasa? Karena tidak mampu merasakan derita sama sekali. Tidakkah kalian kuatir pada balasan yang akan terjadi pada tindakan kalian hari ini. Dipikir menggusur di bulan suci itu tak punya dampak apa-apa? Kalian pikir Tuhan akan diam melihat ummatnya teraniaya atau jangan-jangan kalian pikir Tuhan tak tahu sama sekali perbuatan kalian hari ini?

Tahukah kalian keistimewaan bulan suci ini? Doa semua orang yang berpuasa dalam arti sebenarnya akan dikabulkan semuanya. Pada bulan suci Ramadhan ini pahala berlipat akan diberikan pada mereka yang sabar, yang mampu menjaga diri, bahkan yang melakukan kebaikan apa saja. Dianjurkan pada bulan suci ini kita banyak memberi, banyak membantu, dan banyak mengingat kebesaran Allah. Pantasnya aku bertanya menggusur tanah warga yang kebanyakan tak punya apa-apa ini termasuk amalan atau kemaksiatan?

Tuhan bahkan sudah membelenggu setan untuk tidak menggoda manusia. Setan itu selalu berkeinginan untuk menindas, menodai, bahkan mencemarkan ajaran yang suci. Setan yang asli sudah dikucilkan hingga tak bisa berbuat dosa sama sekali. Kalau di bulan Ramadhan masih ada tindakan yang menodai keadilan, melanggar nilai kemanusiaan, dan bahkan mencemarkan ajaran Tuhan, kira-kira sebutan apa yang pantas untuk mereka semua ini?

Pada akhirnya aku hanya ingin berdoa:

Ya Allah, bimbinglah aku di bulan suci ini untuk tetap berani mengatakan yang adil itu adil, yang keji itu keji. Ya Allah, bangunkanlah keberanian kami di bulan suci ini untuk melawan semua bentuk kezaliman yang berlindung di balik aturan. Ya Allah dekatkan aku di bulan suci ini dengan mereka yang lemah, tertindas, dan kalah. Masukkan aku dalam golongan mereka yang doanya pasti Engkau kabulkan dan permohonannya pasti Engkau dengar.

Ya Allah kuatkan kalbuku untuk selalu bisa membedakan mana yang terang dan mana yang gelap. Kuatkan seluruh anggota badanku untuk membela mereka yang dianiaya dan dilukai kehormatannya. Dengan pancaran cahaya-Mu. Wahai Penerang kalbu, aku memohon keberanian untuk mengubah apa yang bisa diubah, untuk bersabar pada apa yang terjadi di hari ini, dan untuk punya kebijaksanaan memahami semuanya.

Ya Allah, jangan kaubiarkan setan menemukan jalan untuk menipu kami. Jadikan kami hambamu yang selalu berkata benar, bertindak berani, dan beramal kebaikan. Semoga, Ya Allah, puasa ini membekali kami untuk tetap menggunakan hati dan mempertahankan Iman dalam membela kebenaran. Wahai yang menjawab doa mereka yang menderita.(*)

Ingin Tulisanmu Dimuat?

Kirim saja ke Socialmovement.institute@gmail.com

Bagikan tulisan ini

Kepada Wiji Thukul, Sehimpun Puisi - Janeska Mahardika