Suluh Pergerakan

103 Tahun Revolusi Bolshevik

Oleh Wilson Obrigados “Kami adalah anak-anak bahagia anak-anak Oktober Kami diberi nama ini untuk menghormati kemenangan bulan Oktober.” Lirik diatas adalah nyanyian anak-anak menyambut Revolusi Oktober di Uni Soviet.Saat itu Revolusi Oktober Bolshevik menjadi hari libur nasional dan dirayakan secara besar besaran oleh masyarakat dan negara. Rakyat merayakan Revolusi Oktober dengan parade dan demonstrasi. Jalan …

103 Tahun Revolusi Bolshevik Selengkapnya »

Artidjo Alkostar: Kenangan Seorang Mahasiswa

Oleh Eko Prasetyo  (Mahasiswa UII angkatan 90) “Mereka yang tak mempunyai api akan sia sia hidupnya” (Rumi) “Di manapun, ketidak-adilan adalah ancaman bagi keadilan dimana-mana” (Martin Luther King) “Cara paling pasti untuk mengungkap karakter seseorang bukanlah melalui kesulitan tetapi dengan memberinya kepercayaan” (Abraham Lincoln) 1992 Saya bergegas datang ke ruang kuliah. Ini mata kuliah perdana …

Artidjo Alkostar: Kenangan Seorang Mahasiswa Selengkapnya »

Reifikasi Malioboro: Problem Nilai, Hukum, Etika Arsitektur

Oleh Maria Adriani Corona. Dunia diputar-balik. Kota-kota menjadi kosong, ekonomi macet, dan kegiatan-kegiatan yang memobilisasi manusia bergerak dan berpindah ditunda. Atas nama penyakit, kantor-kantor, sekolah-sekolah ditutup. Jika mal-mal membusuk seperti yang memang sudah terjadi di Amerika sana, sih, tidak apa. Permasalahan muncul ketika pasukan anti-teror menggedor-gedor PKL-PKL dan industri skala rumah tangga. Work From Home, …

Reifikasi Malioboro: Problem Nilai, Hukum, Etika Arsitektur Selengkapnya »

TIGA LUKISAN DAN SEBUAH BUKU PUISI

Oleh Melki AS (Pegiat Social Movement Institute) Aduhai betapa lihainya pembuat lukisan dinding itu. Serasa nyata saat ku mulai melihatnya. Sederhana namun begitu hidup. Lekuk-lekuk garisnya yang menekan, serta sapuan warna yang begitu magis berhasil ditangkapnya dan dipindahkan ke dalam kanvas tersebut. Bagiku ini mungkin lukisan terindah yang pernah kulihat. Aku tak tahu siapa pelukisnya. …

TIGA LUKISAN DAN SEBUAH BUKU PUISI Selengkapnya »

MAAF’ KALAU KAU HARUS KECEWA

Oleh Melki AS (Pegiat Social Movement Institute) Apakah ada perasaan yang lebih mengecewakan selain kisah Layla Majnun yang dibuat oleh Syeikh Nizami dalam novelnya itu? Entahlah. Yang jelas kita dilahirkan karena perasaan kasih sayang yang mendalam dari kedua orangtua. Dibesarkan juga dengan kasih dan sayang. Lalu kalau kemudian kita mendapati hidup dalam kesialan, mungkin hanya …

MAAF’ KALAU KAU HARUS KECEWA Selengkapnya »

Kitaro Yang Menikam dengan Musiknya di Tengah Pandemi

Oleh Nalar Naluri Tiga bulan sudah, Sinar tak pernah menyeduh teh manis di pagi hari untuk suaminya, Ragi. Kini, setiap pukul 05:00, saat langit masih menyimpan sisa-sisa gelap, Sinar sudah harus menyusuri gang-gang sempit, yang di sana terkadang masih banyak pria terjaga semalaman, baik terjaga karena pengaruh mabuk alkohol maupun mabuk pengajian. Sinar harus terus …

Kitaro Yang Menikam dengan Musiknya di Tengah Pandemi Selengkapnya »

Zaman Otoriter: Corona, Oligarki dan Orang Miskin

Rabu, 13 Januari 2021, Social Movement Institute bekerja sama dengan UMY Press menggelar diskusi dan bedah buku yang berjudul “Zaman Otoriter: Corona, Oligarkhi, dan Orang Miskin”. Bedah buku yang digelar daring via Zoom ini menghadirkan Eko Prasetyo selaku penulis, Asfinawati sebagai Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Ahmad Arif sebagai inisiator LaporCovid19. Di …

Zaman Otoriter: Corona, Oligarki dan Orang Miskin Selengkapnya »

Saya, FPI dan Kropotkin

Oleh Nalar Naluri “Kecenderungan saling membantu dalam diri manusia memiliki asal yang begitu jauh, dan terjalin sangat dalam dengan semua evolusi masa lalu umat manusia, yang telah dipertahankan oleh umat manusia hingga saat ini, terlepas dari semua sejarah.” (Pyotr Kropotkin) Saya punya kenangan tersendiri dengan keberadaan FPI (Front Pembela Islam). Jika selama ini banyak orang …

Saya, FPI dan Kropotkin Selengkapnya »

Refleksi Puisi

Oleh ; Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute) * kembang api memancar dari puisi merayakan pergantian tahun menghitung mundur detikdetik waktu * terompet berbunyi puisi ditiupkan dengan heningaa nadanya renjana dan elegi * puisipuisi itu ialah orangorang yang merenungkan perjalanannya di penghujung tahun: * saya pekerja kesehatan. liburku adalah lembur. yang tak ingin kalah dengan …

Refleksi Puisi Selengkapnya »

Persyarikatan: What Is To Be Done?

oleh Eko Prasetyo “Kita dapat mengukur kemiripan kita dengan Nabi dengan melihat kepekaan kita terhadap penderitaan sesama” (KH Ahmad Dahlan) Muhammadiyah tidak mendapat jatah menteri. Itulah berita Koran Tempo (24/12) yang menyengat. Ormas Agama raksasa ini nyaris tidak mendapatkan posisi berarti. Padahal dukungan pada pemerintahan sudah luar biasa: rumah sakitnya kini menjadi penampung pasien Covid-19, …

Persyarikatan: What Is To Be Done? Selengkapnya »

Problematika Kaum Minoritas Agama di Indonesia: Praktik Toleransi di Indonesia Patut Dipertanyakan

Press Release Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang memiliki ras, suku,etnis, budaya, dan agama yang sangat beragam. Terbentang dari Sabang sampai Merauke, Indonesia menjunjung nilai “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai wujud persatuan di antara banyak keberagaman. TOLERANSI menjadi kunci utama bangsa ini menghadapi keberagamannya. Nilai-nilai toleransi selalu digaungkan sejak bangku sekolah hingga dewasa. Salah satu bentuk toleransi …

Problematika Kaum Minoritas Agama di Indonesia: Praktik Toleransi di Indonesia Patut Dipertanyakan Selengkapnya »