Suluh Pergerakan

Oke Gas-Oke Gas

“Dari gondrong sampai botak/hatinya kotak-kotak/Salam dua Jari/jangan lupa pilih Jokowi.” Nyaris sepuluh tahun silam lirik itu bergema di mana-mana. Dibunyikan jutaan mulut, massa bergegap gempita menghantarkan ‘orang biasa’ menguasai Istana Negara.

Proposisi Aktivis: Panggilan Jiwa Yang Menggetarkan

Kesetiaan seorang aktivis adalah kemampuannya dalam mendengarkan masyarakat.. Eko Prasetyo Oleh: Sabri Khatami Tjan Di alun-alun pikiran, kata “aktivis” menjadi nyanyian yang mengalun dalam harmoni perbincangan sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri, keberadaan mereka menciptakan sentuhan magis ditengah rutinitas keseharian. Tetapi, mengapa begitu memikat, dan mengapa tidak semua orang bisa menjadi aktivis? Saya mengajak Anda untuk mengikuti …

Proposisi Aktivis: Panggilan Jiwa Yang Menggetarkan Selengkapnya »

Memahami dan Menampar Budaya Politik Pragmatis

Pada Minggu-minggu lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk mendatangi kecamatan Majenang, yang ternaungi oleh kota Cilacap. Jika kita melihat situasi di Majenang, yang kerap terdominasi oleh wacana kanan, rasa-rasanya cukup naif jika kita mengasumsikan sebagian besar masyarakat paham akan konsep hegemoni. Hegemoni tidak dapat secara tunggal ditafsirkan pada kesimpulan semakin kokohnya benteng hegemoni tersebut. Sekuat apapun hegemoni yang ditanamkan, pasti tetap memiliki suatu celah.

Kumpulan Puisi: Melambung-Lambung Tahun Politik

Rentetan Kacau Balau pertarungan atas peruntunganmereka yang tengah melacurkanpelacuran diri masing-masing mencekik cekikmendesir desirmelambung lambungtebar menebarjeratan-jeratan racun optis ranu dalam kerangkamesin modernisasimerujuk pada spekulasikelas paling rentan dan buta teknologi mesin-mesin itukemudian berotasi kencanglenggang menguncipada dekap ribuan stakeholderpada kap mesinjuga cangkir penyeduh kopiyang hidup terpincang-pincangdengan upah tak layakmeringis padu padandalam tipu daya peraturanupah semena-menaekspolitasi dinding rahimdan sendi-sendi …

Kumpulan Puisi: Melambung-Lambung Tahun Politik Selengkapnya »

Kehinaan Negeri Sembako

Pemilu bukanlah demokrasi sejati, melainkan mesin kehancuran. Korban jiwa, pemukiman digusur, anak-anak tak terlayani pendidikan layak—semua menjadi bukti bahwa pemilu memakan korban.

Kita perlu bangun oposisi permanen, menentang ketidakadilan dan kebusukan di balik pesta demokrasi setiap lima tahun sekali. Ini bukanlah perjuangan mudah, namun inilah satu-satunya jalan untuk membebaskan diri dari belenggu kekuasaan yang menghancurkan…

Ilustrasi: Hisam

Kiri dan Kanan Sibuk Berseteru, Oligarki Melenggang Bebas

‘’Hidup dan mati sudah kehendak Tuhan. Tapi, jika harus mati, setidaknya kita mati setelah melakukan perlawanan berarti.’’ – Irma Devita “Lawan!” Satu term yang menjadi mantra paling mujarab dalam setiap menyatakan ketidaksepakatan kepada kezaliman dan kesewenang-wenangan. Lawan, melawan, perlawanan (hanya ada satu kata, LAWAN!) Term ini menjadi ikon abadi dalam setiap gerakan perjuangan. Kalimat ini abadi …

Kiri dan Kanan Sibuk Berseteru, Oligarki Melenggang Bebas Selengkapnya »

Menyelamatkan Demokrasi dari Tangan Kekuasaan

Gagasan demokrasi sangat erat kaitanya dengan perkembangan negara modern. Negara modern muncul berbagai macam kompleksitas sosial politik yang jalin-menjalin hingga menimbulkan identitas dan kesadaran kolektif baru mengenai negara pada masyarakat, semisal di eropa selama abad ke-16 dan 17. Dimensi yang terpenting dari perkembangan ini adalah terjadinya proses sekularisasi. Sekularisasi menghendaki kekuasaan negara dipisahkan dari kekuasaan …

Menyelamatkan Demokrasi dari Tangan Kekuasaan Selengkapnya »

Telat Panas Bekas Pendukung Jokowi

Tiba-tiba tayangan media menampilkan pemandangan yang sebelumnya tak terbayang: bermoderator Najwa Shihab, Adian Napitupulu berdebat dengan Fahri Hamzah. Anehnya, posisi mereka bertukar: Adian berada di kubu yang bertentangan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sementara, meski tak eksplisit, Fahri mendukung Bekas Wali Kota Solo itu. Keduanya kini memiliki jagoan masing-masing dalam Pilpres 2024. Yang satu …

Telat Panas Bekas Pendukung Jokowi Selengkapnya »

Rudal Palestina Adalah Kita

Dalam memandang genosida Palestina para elit negara bicara dalam bahasa resmi Eropa sedang masyarakat dunia berbicara dalam bahasa jalanan. Kita semua bisa lihat dengan mata telanjang peran negara-negara Arab/Teluk yang tega membiarkan saudara-saudaranya tewas dihujani rudal. Begitu pun sikap negara-negara Barat dan sekutu mereka lainnya.  Betapa nasionalisme sempit telah menghimpit langkah mereka yang serba “hati-hati” …

Rudal Palestina Adalah Kita Selengkapnya »

Jalan Politik Dinasti Melalui Legalisme Otokratik

Dalam kelas-kelas kewarganegaraan yang kerap menjemukan, kita mengenal norma. Seperangkat aturan, tertulis ataupun tidak, yang menjamin ketertiban hidup manusia. Dalam kitab suci, ada larangan ini dan itu, di samping anjuran melakukan hal lain, maka kita mengenal norma agama. Dalam hukum, norma itu tergurat dalam baris-baris undang-undang. Norma hukum menciptakan kepastian hukum. Seperti norma agama menjamin …

Jalan Politik Dinasti Melalui Legalisme Otokratik Selengkapnya »

Terperangkap Jaring Laba-Laba: Tantangan Gerakan Mahasiswa Pasca Orde Baru

Gerakan Mahasiswa Pasca Orde Baru mengalami pukulan berat baik dari sisi internal dan eksternal. Riset ini mengambil sampel gerakan mahasiswa di Yogyakarta untuk menggambarkan tantangan tersebut. Dari sisi internal, gerakan mahasiswa mengalami fragmentasi isu, ego sektoral, regenerasi, dan minimnya partisipasi perempuan. Sementara, pada sisi eksternal, gerakan mahasiswa dihadapkan pada kebijakan kampus yang represif, program MBKM …

Terperangkap Jaring Laba-Laba: Tantangan Gerakan Mahasiswa Pasca Orde Baru Selengkapnya »

Pelajaran dari Rempang dan Janji Reforma Agraria Sejati

“Ayo! Ayo! Lewat sini!” seru ibu paruh baya itu di tengah sedu-sedan kerumunan bocah berseragam yang berlarian lintang-pukang. Mereka adalah siswa-siswi SD Negeri 24 Galang, Batam, Kepulauan Riau, yang mendapati gas air mata menyasar bangunan tempat mereka bersekolah. Gas air mata itu disinyalir ditembakkan oleh aparat gabungan Polri-TNI yang tengah bentrok dengan warga terdampak penggusuran …

Pelajaran dari Rempang dan Janji Reforma Agraria Sejati Selengkapnya »

Masihkan Kita Pecaya Hukum?

“Tidak ada perdamaian tanpa keadilan. Tidak ada keadilan tanpa kebenaran. Dan tidak ada kebenaran kecuali seseorang bangkit untuk mengatakan yang sebenarnya” – Louis Farrakhan “Keadilan tidak ada kaitannya dengan apa yang terjadi dalam ruang sidang. Keadilan adalah apa yang keluar dari ruang sidang itu” – Clarence Darrow “Hukum Buyar Karena Mereka Yang Bayar”  Dalam perdebatan …

Masihkan Kita Pecaya Hukum? Selengkapnya »

Menari di Atas Kemiskinan Struktural

Kawan kita, sebut saja Waskito, adalah seorang warga Jogja. Dia bukan warga asli, jika asli diartikan sama dengan mereka yang menetap, hafal mati arah mata angin, dan memiki KTP berdomisili daerah itu. Sejak merantau sepuluh tahun silam, tokoh kita ini memutuskan menyewa sebuah kontrakan di Jogja. Ketika menikah beberapa tahun kemudian, dia bermaksud untuk meninggalkan …

Menari di Atas Kemiskinan Struktural Selengkapnya »

LIMA KALI PEMILU: APA YANG DIDAPATKAN RAKYAT?

Satu dari tiga orang Indonesia terlibat dalam pembelian suara pada Pemilu 2014, yang ini tak muncul pada Pemilu tahun 1999 (Andreas Ufen) Kadang-kadang saya bertanya-tanya apakah dunia ini dijalankan oleh orang-orang pintar yang mempermainkan kita atau oleh orang-orang bodoh yang sungguh-sungguh (Mark Twain) Tahun 2024 mendatang kita akan menyelenggarakan pemilu yang ke enam kalinya. Sejak …

LIMA KALI PEMILU: APA YANG DIDAPATKAN RAKYAT? Selengkapnya »

Pendidikan dan Konsep Omong Kosong

Pengaruh pengajaran  itu umumnya memerdekakan manusia atas hidupnya lahir, sedang merdekanya hidup batin itu terdapat dari pendidikan. Manusia yang merdeka yaitu manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung kepada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat) – …

Pendidikan dan Konsep Omong Kosong Selengkapnya »

TANPA OPOSISI TAK ADA DEMOKRASI

Jika pemungutan suara memang bisa mengubah keadaan, tentunya pemilihan umum akan dilarang (Our Brand Is Crisis) Masyarakat yang merosot dalam budaya yang hanya subur untuk berkembangnya dua jenis sikap: atau apatis, atau oportunis (Forum Demokrasi) Hari-hari ini suasana politik makin memanas. Calon Presiden yang sudah ditentukan oleh Partai Politik mulai menjaring dukungan: pidato, pengumpulan massa …

TANPA OPOSISI TAK ADA DEMOKRASI Selengkapnya »

Memetik ‘Kabecikan’ Samin Surosentiko

Oleh: Langit – Pegiat Social Movement Institute – Di jalan setapak yang menuju pendopo itu, terlihat para pemuda serta bapak-bapak kompak menggunakan pakaian yang serba hitam dengan setelan celana yang agak menggantung. Dan para lelaki tersebut memakai ikat kepala dari kain kecil yang dililitkan melingkar yang menyerupai blangkon. Sebuah ciri khas tentang Suku Samin. Pun …

Memetik ‘Kabecikan’ Samin Surosentiko Selengkapnya »

Antologi Puisi HUSIN

Siasat Hitam Pagi, Kubuka jendela Langit hitam Kelam, sedikit cahaya Dari kejauhan Sayup-sayup terdengar Munir dan Salim Kancil Memanggil-manggil Marsinah dan Wiji Thukul Dari kejauhan Samar-samar terlihat Mereka mengatur siasat (Indonesia, 30/9/2023) ————————————————————————————— Tuhan Telah Mati Berkali-kali Di atas tanah yang dijanjikan Atas nama Tuhan Kau telah menghisap darah para syuhada Di atas tanah yang …

Antologi Puisi HUSIN Selengkapnya »