Suluh Pergerakan

Pendapat

Melihat ke belakang, Maju ke depan ‘Suatu Gambaran Imaji Politik dan Kebudayaan di Desa’

Slamet Riadi [Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Antropologi UGM]   *** Kalau ke kota esok pagi sampaikan salam rinduku Katakan padanya padi-padi telah kembang Ani-ani seluas padang roda giling berputar-putar Siang malam tapi bukan kami punya (Salam Dari Desa –  Leo Kristi)   Salah satu bait lagu dari musisi pengelana dengan ciri khas musik baladanya ini, seketika …

Melihat ke belakang, Maju ke depan ‘Suatu Gambaran Imaji Politik dan Kebudayaan di Desa’ Selengkapnya »

Toleransi Kian ‘Terkoyak’, Ada Apa dengan Jogja?

  Eko Prasetyo – [Social Movement Institute] *** Minggu (12/2/2018) pagi, seorang anak muda membawa pedang, masuk ke dalam gereja lalu menusuk pendeta. Pagi itu gereja Bedog Sleman berduka. Kebaktian terganggu karena tindakan teror. Gubenur DIY pun meminta maaf karena tak mampu melindungi kegiatan ibadah. Polisi berjanji akan mengusut semua secara tuntas. Pengamat bilang ini …

Toleransi Kian ‘Terkoyak’, Ada Apa dengan Jogja? Selengkapnya »

UNTUNG DILAN TIDAK MEROKOK !

  Cintaku padamu, seperti bunyi proklamasi: dilaksanakan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Suatu hari kau bertanya padaku mana yang lebih penting, hidupku atau hidupmu. Aku menjawab hidupku. Kau berjalan pergi tanpa mengerti bahwa kaulah hidupku (Gibran)  *** Dilan itu pahlawan. Cintanya nekat dan imaginatif. Ia mencintai dengan cara baru. Kata-katanya seperti sihir. Kuat dan meyentuh. Jika diurut …

UNTUNG DILAN TIDAK MEROKOK ! Selengkapnya »

Polemik Rokok dan Cerita Bajingan Kecil Penjilat Korporasi

  Melki AS – [Pegiat Social Movement Institute]   “Memangnya kau kira Pram, Soekarno atau Che Guevara itu antek korporasi hanya karena mereka merokok?” **** Sudah lama sebenarnya saya ingin membuat suatu tulisan tentang rokok yang menyebabkan saling sikut kepentingan antar aktivis didalamnya. Sebut saja, mulai dari aktivis mahasiswa, aktivis lembaga, aktivis media, penggiat literasi, penggiat …

Polemik Rokok dan Cerita Bajingan Kecil Penjilat Korporasi Selengkapnya »

Rempeyek dan Film Wiji Thukul

  Melki AS – [Pegiat Social Movement Institute] *** Mungkin sambil memamah rempeyek, hal itu lebih menyenangkan saat nonton film bioskop. Kriuk-kriuk murah meriah. Pakai bonus kacang pula. Syukur-syukur kalau beruntung dapat ikan teri seekor dua sebagai pengasinnya. Makan rempeyek semurah dan semeriah saat membaca puisi Wiji Thukul. Terutama saat ketika ‘hanya ada satu kata, …

Rempeyek dan Film Wiji Thukul Selengkapnya »

Dirgahayu Persyarikatanku

  *** Tidak banyak yang ingat bahwa persyarikatan ini didirikan seorang kyai Kauman untuk mereka yang papa dilindas kebrutalan zaman. Islam diperkenalkan sebagai pembebas sekaligus jalan perjuangan. Sudah terlalu banyak orang lupa, 95 tahun yang lalu, seorang pemuda Muhammadiyah kurus bernama Fachrudin pernah membakar ladang tebu sebagai bentuk perlawanan atas tindakan reaksioner Belanda terhadap pemogokan …

Dirgahayu Persyarikatanku Selengkapnya »

BILAL BIN RABAH SIMBOL PEMBEBASAN KAUM TERTINDAS

  *** Bilal bin Rabah namanya. Ia merupakan seorang budak di zaman Rasulullah yang dilahirkan di Habsyah (sekarang negara Ethiopia). Ayahnya bernama Rabah sedangkan ibunya bernama Hamamah yang juga seorang budak perempuan berkulit hitam. Karena ia dilahirkan dari seorang ibu berkulit hitam, lantas orang-orang banyak menyebutnya dengan sebutan Ibnus-sauda (putra dari wanita berkulit hitam). Bilal …

BILAL BIN RABAH SIMBOL PEMBEBASAN KAUM TERTINDAS Selengkapnya »

YLBHI (LBH Jakarta) dan Pesantren IBNU MAS’UD

“An act of God was defined as something which no reasonable man could have expected.” (Auberon Herbert) *** Telepon itu berdering di tengah perjalananku ke Manggarai. Di ujung sana, suara mas Eko Prasetyo mengabarkan sebaris kalimat pilu, “Bung, Ibnu Mas’ud akhirnya ditutup…” Ada getar kesedihan pada kalimat pendiri Social Movement Institute itu. Sebulan belakangan ini …

YLBHI (LBH Jakarta) dan Pesantren IBNU MAS’UD Selengkapnya »