Suluh Pergerakan

Berita

Gerakan 1000 Fiksi untuk Sebuah Mimpi dari Palu, Sigi, hingga Donggala

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute) *** Hidup tak lain adalah puing-puing dari rencana kita –The Shape of Water Mengapa engkau membanggakan diri dengan sebuah kerajaan yang harganya hanya seteguk air yang engkau minum lantas engkau keluarkan kembali –Nasihat Syaqiq dari Balqh kepada Harun Al Rasyid 7,4 Skala Richter (SR) menggeser topik politik Pilpres menjadi …

Gerakan 1000 Fiksi untuk Sebuah Mimpi dari Palu, Sigi, hingga Donggala Selengkapnya »

Cerita Pembelaan Para Kuasa Hukum – (KEPITING MEMBAWA PETAKA 6)

Laporan Ahmad Rifai dan Melki AS *** Kasus yang menimpa Tri Mulyadi, seorang nelayan pantai Samas, Srigading, Sanden, Bantul, DIY, kini terlanjur bergulir. Ditengah ketidakpastian hukum yang dihadapi oleh tersangka, tidak jelasnya klarifikasi dari banyak pihak terkait, ketidakjelasan batas waktu pelaporan Tri sebagai tersangka, serta dilibatkannya banyak pengacara hukum, Suluh mencoba menggali keterangan dari masing-masing …

Cerita Pembelaan Para Kuasa Hukum – (KEPITING MEMBAWA PETAKA 6) Selengkapnya »

Tengkulak Disidak, Tengkulak yang Tetap Bebas – (KEPITING MEMBAWA PETAKA 5)

Laporan Ahmad Rifai, Wandi B. Lamuasa dan Melki AS *** Bermulanya kasus Tri Mulyadi, seorang nelayan di Pantai Samas, Srigading, Sanden, Bantul, DIY yang ditetapkan sebagai tersangka setelah DItpolair Polda DIY melakukan sidak ke kediaman Supri. Disana mereka menemukan 6 kilogram kepiting dengan ukuran kecil yang tidak boleh ditangkap, dijual atau apapun menurut peraturan kementrian …

Tengkulak Disidak, Tengkulak yang Tetap Bebas – (KEPITING MEMBAWA PETAKA 5) Selengkapnya »

Saling Lempar Jawaban, Menegaskan Kejanggalan Kasus Tri Mulyadi – (KEPITING MEMBAWA PETAKA 4)

Laporan Melki AS dan Ahmad Rifai *** Kantor Ditpolair Polda DIY itu terletak tepat di sebelah kanan setelah gerbang masuk pantai Depok. Dari jauh plang nama berwarna biru itu sudah kelihatan. Ukuran kantor tersebut tidak sebesar kantor Polda DIY. Tapi untuk ukuran daerah sepanjang pantai, kantor itu terlihat luas. Dengan bagian belakang yang luas dan …

Saling Lempar Jawaban, Menegaskan Kejanggalan Kasus Tri Mulyadi – (KEPITING MEMBAWA PETAKA 4) Selengkapnya »

Pencari Dianggap Pencuri, Tebang Pilih Putusan Kasus Tri Mulyadi (KEPITING MEMBAWA PETAKA 3)

Laporan Melki AS dan Ahmad Rifai *** Balai-balai tempat duduk yang ada di depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Samas, Srigading, Sanden, Bantul, DIY itu terbuat dari bambu. Ukurannya tidaklah begitu besar. Dan balai-balai itu bersandar pada pohon cemara sebagai tiang pengikatnya. Di balai-balai tersebut tampak beberapa orang berpakaian seragam putih-putih dan ada beberapa orang …

Pencari Dianggap Pencuri, Tebang Pilih Putusan Kasus Tri Mulyadi (KEPITING MEMBAWA PETAKA 3) Selengkapnya »

Hukum Babi Buta, Nelayan Jadi Tersangka (KEPITING MEMBAWA PETAKA 2)

Laporan Melki AS dan Ahmad Rifai *** Sambil menunjukkan beberapa kertas yang sudah agak lusuh, Tri Mulyadi, tersangka penangkapan dan penjualan kepiting yang dilarang undang-undang menceritakan bahwa kasus yang dialaminya sangatlah aneh. Hal itu karena beberapa hal, mulai dari tidak adanya sosialisasi awal kalau hal tersebut tidak boleh dilakukan. Lalu ada juga keanehan lainnya dimana …

Hukum Babi Buta, Nelayan Jadi Tersangka (KEPITING MEMBAWA PETAKA 2) Selengkapnya »

KEPITING MEMBAWA PETAKA (1)

Laporan Melki AS dan Ahmad Rifai *** Sore itu cahaya mulai redup. Tanda magrib pun segera tiba. Sementara di perkampungan nelayan di pantai Samas, Srigading, Sanden, Bantul, tidak terlalu terlihat banyak orang hilir mudik. Beberapa terlihat nongkrong di depan rumah. Beberapa asyik berselonjor kaki. Kantor Satpolair pun terlihat tidak ada orang sama sekali. Cuma lampunya …

KEPITING MEMBAWA PETAKA (1) Selengkapnya »

Selamat jalan Peter Kasenda | Facebook/Screenshot

Menjarah Sejarah: Untuk Peter Kasenda

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)  *** Pada mulanya, kehidupan terbentuk Seperti menggenggam tanah liat Kemudian membentuknya bagai keramik Dipelintir, dibanting, dan diukir rumit Dan berdesir raungan, seperti pecah ombak Mendayung dongeng di tepian abad Bertutur cerita bak perkutut berbiak Manusia dan jelaga mimpinya Di langit membentuk awan Meneteskan embun Membasuh yang musykil dari dunia Torehan …

Menjarah Sejarah: Untuk Peter Kasenda Selengkapnya »

Teman-teman SMI bersama Peter Kasenda | Dokumentasi pribadi Peter Kasenda

Selamat Jalan Peter Kasenda

Ia tak akan pernah bicara lagi meskipun banyak yang ingin mendengar pikiran-pikiranya yang cemerlang dengan bobot kearifan (Peter Kasenda, Cendekiawan dalam Arus Sejarah, 2018) Saya tak mengenalnya dekat. Tapi selama lima tahun SMI berdiri pak Peter kerap datang. Mula-mula ia mengajar di kelas politik kami. Seingat saya bercerita tentang Soeharto. Kebetulan ia menulis tentang penguasa …

Selamat Jalan Peter Kasenda Selengkapnya »

Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia | AII

Investigasi Amnesty di Papua: Aparat Keamanan Lakukan Pembunuhan di Luar Hukum

Indonesia: Polisi dan Militer membunuh di luar hukum hampir 100 orang di Papua selama 2010-2018 tanpa akuntabilitas “Aparat keamanan telah melakukan pembunuhan di luar hukum (unlawful killings) terhadap setidaknya 95 orang dalam kurun waktu kurang dari 8 tahun di Provinsi Papua dan Papua Barat dan hampir semua pelaku belum pernah diadili lewat sebuah mekanisme hukum …

Investigasi Amnesty di Papua: Aparat Keamanan Lakukan Pembunuhan di Luar Hukum Selengkapnya »