Suluh Pergerakan

Sumpah Pemuda Kepada Ibu Bumi

Siaran Pers


Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK)
Sumpah Pemuda Kepada Ibu Bumi
Pati, 28 Oktober 2020

Pangkur

Ngrembuyung ijo sumringah
Uwit gedhe kang tansah angayomi
Kang dadi pangajabipun
Punggawa lan pra warga
Nanging tangeh yen ta pabrik
Kang den tandur
Lemah lan sumber dirusak
Kawula lit mbrebes mili

Makna tembang: (Tumbuh hijau dan rimbun,Pohon besar yang selalu mengayomi yang diharapkan pejabat dan rakyat. Tapi semua mustahil bisa dirasakan bila yang ditanam adalah pabrik semen. Tanah dan sumber air dirusak dan menjadikan rakyat kecil menangis.)

Bening lan segere toya
Ingkang mili saking jeroning redi
Dadya srana kanggo musus
Beras kang dadya marga
Anyek api kabetahan boganipun
Warga Kendheng sadayanya
Temah wareg waras wiris

Makna tembang : (Bening dan segarnya air yang mengalir dari dalam gunung, untuk mencuci beras sebagai sarana mencukupi kebutuhan pangan seluruh warga pegunungan Kendeng, Agar tercukupi kebutuhan pangan dan kesehatan.)

Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) menggelar acara warga dengan tajuk “Pemuda Indonesia Bersumpah untuk Ibu Bumi” bertempat di Goa Lowo yang masuk dalam kawasan Pegunungan Karst Kendeng, Sukolilo, Pati. Acara ini digelar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini.

Rangkaian acara peringatan Hari Sumpah Pemuda oleh JM-PPK dimulai dengan nandur (menanam) pohon secara bersama. Penanaman pohon dilakukan dengan tujuan untuk memastikan hijau dan lestarinya wilayah Pegunungan Karst Kendeng.

Selanjutnya, warga yang hadir juga melakukan kegiatan mengucapkan sumpah bersama. Sumpah bersama disusun oleh warga khususnya para pemuda mengambil inspirasi dari naskah sumpah pemuda yang asli tetapi dengan penyesuaian dalam beberapa bagian sesuai dengan konteks dan refleksi atas persoalan yang dihadapi di wilayah Pegunungan Kendeng. Hasil akhirnya lantas dinamakan “Sumpah Pemuda kepada Ibu Bumi”, yang memuat sejumlah pokok sumpah yakni:

  1. Kami putra-putri Indonesia, bertumpah darah satu untuk menjaga Ibu Bumi.
  2. Kami putra-putri Indonesia, berbangsa satu wujudkan bangsa yang beradab.
  3. Kami putra-putri Indonesia, berbahasa satu hentikan penindasan

Sumpah ini merupakan gambaran atas persoalan mendasar yang kian dirasakan secara serius oleh para pemuda sebagai generasi penerus yakni aktivitas perusakan lingkungan. Padahal, lingkungan adalah aspek yang sangat krusial bagi kehidupan kedepannya. Namun, dengan peranannya yang begitu penting, lingkungan hidup justru saat ini sedang dalam ancaman karena kelestariannya semakin dikesampingkan dalam praktik-praktik pembangunan yang mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan lingkungan.

Dalam acara ini, JM-PPK terus menyoroti dan menagih keseriusan komitmen pemerintah untuk berpihak pada kelestarian lingkungan. Hingga saat ini Pegunungan Kendeng masih terancam. Pemerintah justru terus memilih dan mendukung untuk merusak Pegunungan Kendeng dengan aktivitas pertambangan dibanding dengan menjaga kelestarian alam. Adalah perwujudan nyata bahwa pemerintah masih abai terhadap lingkungan.

Tanpa lingkungan lestari, praktik pembangunan yang sangat merusak dan merugikan hanya akan membawa kerugian teramat besar dalam jangka panjang. Tidak hanya bagi generasi saat ini tetapi juga bagi generasi yang akan datang.

Salam Kendeng
Lestari !!!
Kontak Person :
Agung Pangestu (0822 2385 1788