Suluh Pergerakan

Pengantar Menuju Pendidikan Gratis

Jogja patut berbangga hati karena memenangkan sebuat kompetisi. Bukan, bukan balap karung, apalagi panjat pinang. Tidak lain dan tidak bukan, Jogja juara satu perihal biaya kuliah termahal se-Indonesia. Hal ini mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS)(2023). Survei biaya kuliah mahasiswa DIY yang dirilis oleh Project Multatuli juga menemukan bahwa sebanyak 74,22% responden merasa biaya kuliah mempengaruhi kondisi fisik dan mental mereka.

Sebelumnya, Litbang Kompas pada 2022 lalu menyebutkan biaya kuliah diprediksi akan naik 6,03% per tahunnya. Artinya kondisi ini akan memburuk tiap tahunnya. Litbang Kompas juga menyebutkan bahwa “hasil menabung selama 18 tahun pun tak akan cukup untuk menutup biaya kuliah dari semester pertama hingga semester delapan.

Merujuk pada kasus-kasus tersebut, Aliansi Pendidikan Gratis (APATIS) sepakat bahwa UKT bukanlah persoalan individu maupun beberapa kampus saja, melainkan persoalan sistemik yang harus segera diselesaikan.

Selengkapnya di https://bit.ly/pengantarpendidikangratis