Ilustrasi | century956.rssing.com

Pagi-pagi di Teras Depan

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)

 ***

1/
Ada embun menetes di koran
Menyelinap dalam berita
Kriminal, ekonomi, pendidikan, dan budaya
Telah pudar menjadi bubur
Diseruput oleh perut lapar

2/
Air hujan jatuh keluar
Dari bola mata jelata
Yang seharian tak reda
Menangisi mendung
Petir dan puting beliung
Yang berputar-putar di hatinya

3/
Punggung Pak Tua yang memungut sampah
Yang membungkuk seperti bulan sabit
Naik ke punggung bumi yang serupa arit
Di gendong mengelilingi kejumudan
Hidup bagai matahari tenggelam dan terbit

4/
Becak telah tiba
Menjemput asa
Di depan teras
Menggenjot nasib
Yang nyangkut di roda-roda

5/
Melamun duduk di kursi
Kebisuan waktu merenggut
Berjalan di atas protes
Keheningan yang panjang
Begitulah metafora digilas

Ingin Tulisanmu Dimuat?

Kirim saja ke Socialmovement.institute@gmail.com

Bagikan tulisan ini

Kepada Wiji Thukul, Sehimpun Puisi - Janeska Mahardika