Suluh Pergerakan

Payung Hitam | Lensa Fotokita

Mulut Puisi di Payung Hitam

Nalar Naluri (Pegiat Social Movement Institute)

 ***

Hati yang berucap pada diam di payung hitam
Itulah hati puisi
Duka yang berlembar-lembar terkapar

Jika pelan liris bicaranya
Itulah sajak amuk dari syair maut
Yang dulu dihilangkan paksa

Itulah kata yang berjejer
Karena gusar di atas sajak membakar

Pelurunya adalah ingatan
Membidik lupa di setiap zaman

(*)

2 komentar untuk “Mulut Puisi di Payung Hitam”

  1. Ping-kembali: tinder and kindling difference

  2. Ping-kembali: datingfreetns.com

Komentar ditutup.