Suluh Pergerakan

Sosialisme Kembali Menang Di Bolivia

Oleh Wilson Obrigados

“Kami telah merebut kembali demokrasi
dan di atas segalanya
kami telah mendapatkan kembali harapan,”

Lucho Luis Arce

“Sosialis mengklaim kemenangan besar-besaran di Bolivia, satu tahun setelah digulingkan”. Demikian judul berita Washington Post 18 Oktober 2020. Hasil ini “akan menjadi teguran populer besar-besaran bagi pasukan sayap kanan yang telah mendorong kaum kiri keluar dari kekuasaan setahun yang lalu.”

Hasil Pemilu Bolivia adalah pengulangan dari kontes tahun lalu yang memenangkan Pesiden sosialis lama Evo Morales. Namun kemenangan Morales dibatalkan oleh lawan politik sayap kanan yang didukung militer dan Amerika Serikat dengan tuduhan Pemilu curang. Pemilu 2020 Morales dilarang mencalonkan diri dan mendukung mantan menteri keuangannya, Luis Arce, 57 tahun maju sebagai kandidat presiden yang didukung oleh MAS menghadapi dua pesaing utama yang berusaha menghentikan kembalinya sosialis: mantan presiden sentris Carlos Mesa (67 thn), dan nasionalis sayap kanan Luis Camacho (41 thn)

Hasil jajak pendapat usai pencoblosan Pemlu menunjukkan bahwa Luis Arce, kandidat dari partai Gerakan Menuju Sosialisme (MAS), telah mengklaim 52,4 persen suara, dibandingkan dengan 31,5 persen dari Mesa dan Camacho. 14,1 persen. Exit poll kedua oleh sekelompok universitas dan institusi Katolik menunjukkan angka serupa, memberikan Arce 53 persen dan Mesa 30,8 persen.

Dalam sebuah tweet, presiden boneka sayap kanan yang didukung militer dan amerika serikat Jeanine Áñez Chavez mengakui kemenangan kubu sosialis. “Kami belum memiliki penghitungan resmi, tapi dari data yang kami miliki, Pak Arce dan [calon wakil presidennya] Tuan [David] Choquehuanca telah memenangkan pemilihan. Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang dan meminta mereka untuk memerintah dengan Bolivia dan demokrasi dalam pikiran. “

Dalam sambutan kemenangan dikatakan Luis Arce .”Kami telah memulihkan demokrasi. Kami berjanji untuk menanggapi janji kami untuk bekerja dan mewujudkan program kami. Kami akan memerintah untuk semua orang Bolivia dan membangun pemerintahan persatuan nasional. “

Dari pengasingan di Buenos Aires Argentina Morales menyambut kemenangan sayap kiri “Negara kita akan segera memulai tahap baru dengan tantangan besar. Kita harus mengesampingkan perbedaan dan kepentingan sektoral dan regional untuk mencapai kesepakatan nasional yang hebat.”

Tantangan Luis Arce Kedepan

Dikenal secara luas sebagai “Lucho”, Arce menjabat sebagai menteri ekonomi Morales dan memimpin nasionalisasi industri pertambangan – yang membantu mendorong keberhasilan ekonomi pemerintahan saat harga komoditas naik pada tahun 2000-an. Dengan gelar Master di bidang ekonomi dari Universitas Warwick Inggris, Arce adalah “salah satu dari sedikit teknokrat di MAS.” Arce dianggap berkepala dingin dan tidak suka terlibat dalam retorika yang provokatif.

Dalam pidato pertamanya usai hasil jajak pendapat, Arce mengatakan akan membangun pemerintahan persatuan nasional. “Kami akan bekerja dan melanjutkan proses perubahan tanpa kebencian, dan belajar serta mengatasi kesalahan kami sebagai MAS.”

Menurut Gabriel Hetland asisten profesor Kajian dan sosiologi Amerika Latin, Karibia dan Latin di Universitas di Albany, SUNY “ Mimpi buruk Bolivia mungkin akan segera berakhir. Jika hasil jajak pendapat dikonfirmasi , partai mantan presiden yang digulingkan, Evo Morales, Gerakan Menuju Sosialisme (MAS) baru saja mencetak kemenangan besar, dengan mantan menteri keuangan, Luis Arce, ditetapkan menjadi presiden Bolivia berikutnya.”

Melihat hasil pemilu, maka peta kekuatan politik Bolivia akan didominasi oleh MAS dari kubu sayab kiri. Kubu sayap tengah liberal pimpinan Mesa hanya mendapat 31,5 persen suara. Sementara Kubu Añez, presiden sementara dan senator sayap kanan, mundur dari kampanye pencalonan pada bulan September karena menganggap tidak memiliki dukungan rakyat. Luis Fernando Camacho, seorang pengacara Katolik sayap kanan yang memimpin protes anti-Morales tahun lalu hanya memperoleh 14,1% suara.

Pergolakan politik tahun lalu tampaknya akan mereda, tetapi untuk memastikan pemerintahan yang stabil Arce perlu memenuhi janjinya untuk membangun persatuan, dan mulai bekerja membangun aliansi yang kuat dengan politisi, serikat pekerja, dan komunitas bisnis. Paling penting Arce harus bisa mmenuhi janjinya membuat Pemerintahan Persatuan Nasional dengan teteap berporos pada platform MAS sebagai pondasi politik akar rumput yg solid.

Prioritas utama Luis Arce adalah menangani kesehatan dan dampak kerusakan sosil-ekonomi dari pandemik covid 19. Bolivia telah menderita lebih dari 139.000 kasus dan lebih dari 8.500 kematian. Bolivia masuk negara dengan infeksi covid 19 terbesar I Amerika Latin dan perlu penangnana serius. Pandemik covid 19 juga telah memukul roda ekonomi Bolivis seperti kebanyakan negara lainya, dengan kontraksi ekonomi hampir 6% pada akhir tahun 2020. Kemampuan pemerintah untuk menghidupkan kembali pertumbuhan dan melindungi sektor-sektor yang rentan – penggerak utama popularitas MAS selama tahun-tahun Morales – kemungkinan besar akan menentukan keberhasilan .

Menurut Gabriel Hetland asisten profesor Kajian dan sosiologi Amerika Latin, Karibia dan Latin di Universitas di Albany, SUNY “ ada empat tantangan yangakan dihadapi pemerintahan baru sayap kiri dibawah Luis Acre.

Pertama adalah COVID-19, yang telah menewaskan lebih dari 8.500 orang Bolivia , memberikan Bolivia tingkat kematian per kapita tertinggi kelima di dunia.

Kedua, krisis ekonomi Bolivia. Di satu sisi, ada kerusakan yang ditimbulkan oleh pandemi, yang seperti di tempat lain membuat pemerintah menutup sebagian besar ekonomi dan masyarakat Bolivia selama berbulan-bulan. Ini diperparah oleh kebijakan neoliberal Áñez, yang menurut Arce menyebabkan penurunan 5,6 persen dalam ekonomi Bolivia antara November 2019 dan Maret 2020, sebelum pandemi melanda.

Tantangan ketiga adalah menjamin keadilan bagi para korban rezim Áñez. Ini termasuk tidak hanya dua lusin yang terbunuh pada November 2019, tetapi ratusan lainnya yang disiksa, ditahan secara ilegal dan dianiaya selama masa Áñez menjabat. Tidak ada cara untuk mengembalikan orang mati atau membatalkan kerusakan lainnya, tetapi mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.

Tantangan terakhir menyangkut hubungan Arce dengan Morales dan warisan rumitnya. Arce akan berusaha memulihkan kebijakan yang membawa jutaan orang keluar dari kemiskinan.

Luis Arce juga harus bergulat dengan tiga kekurangan utama di tahun-tahun Morales: sentralisasi kekuasaan di sekitar Morales; kooptasi gerakan sosial pemerintahan Morales , yang memiliki efek ironis dan tidak disengaja melubangi basis sosial yang menopang pendakian awalnya ke kantor; dan, terkait, aliansi administrasi Morales dengan agro-industri dari tahun 2011, yang menandai perubahan 180 derajat dari dukungan kuat pemerintah yang pada awalnya untuk reformasi tanah dan diambil oleh banyak orang untuk menandai prioritasnya untuk tetap menjabat di atas perubahan nyata.

Paling penting adalah bagaimana relasi Morales dengan pemertintahan Luis Arce nanti. Morales sebagai tokoh populis kerakyatan bapak bangsa Bolivia adalah kenyataan sejarah dan politik yang harus diterima. Menurut Diego von Vacano, seorang ilmuwan politik Bolivia di Texas A&M University . “Dia (Morales) hewan politik. Seluruh hidupnya tentang politik. Jadi dia akan mencoba untuk kembali dan mungkin ada beberapa ketegangan. “ Menurutnya Morales mungkin akan lebih berperab secara simbolis “Tapi demi kebaikan partai … Saya pikir Evo mungkin memainkan peran simbolis lebih banyak daripada peran komandan yang lebih aktif.” (https://www.theguardian.com/world/2020/oct/17/bolivia-election-socialism-luis-arce-evo-morales) Menurut Diego von Vacano

“Arce bukan boneka…Dia sadar bahwa Evo adalah pemimpin bersejarah MAS. Tetapi ini adalah periode baru dan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Dia sudah sangat jelas bahwa dia ingin melakukannya dengan caranya sendiri. “

Presiden sosialis Venezuela Maduro memberi selamat kepada Presiden Bolivia Luis Arce yang terpilih atas kemenangan dalam pemilihan presiden Bolivia dari ‘Gerakan Menuju Sosialisme’. “Kemenangan besar! Rakyat Bolivia yang bersatu dan sadar mengalahkan kudeta terhadap saudara kita [mantan Presiden] Evo [Morales] dengan suara mereka.Selamat kepada Presiden terpilih Luis Arce, Wakil Presiden David Choquehuanca dan Kepala India Selatan kami @evoespueblo. Jallalla Bolivia!”

Kemenangan Luis Arce juga sebagai pesan Maduro kepada Amerika Serikat. “Anda telah menang, Bolivia dan Anda telah memberikan pelajaran kepada Donald Trump, imperialisme dan semua oligarki,”

Mari kita rayakan kemenangan sosialisme di Bolivia sebagai kemenangan kolektif gerakan sosialisme diberbagai penjuru dunia.

Hasta la Victoria Siempre !!


Ilustrator Hisam