Suluh Pergerakan

Puisi untuk Penguasa!

Aku demo

Karena telingamu dua tapi tuli

Tidak pernah mendengar aspirasi

Kau baru dengar suara kami ketika

Jalan tol aku kuasai

Bandara aku duduki

Dan tangki-tangki BBM kusandera

              Kau punya dua mata

              Tapi dua duanya buta

              Kau melihat ketika

              Aku bakar ban-ban

              Aku bakar pos-pos polisi

              Aku bakar semua keangkuhan rezimmu

              Aku bumihanguskan semua berhala

              Jabatan dan kedudukanmu

Kau punya kekuasaan

Aku punya kemauan

Kau punya aparat

Aku punya rakyat

Kau punya keputusan

Aku punya jalanan

Kau punya regulasi

Aku punya aksi

Kau punya istana

Aku punya darah

Kau punya agenda

Aku punya rencana

Kau punya senjata

Aku punya semangat baja

Kau punya amunisi

Aku punya berani

Kau punya penjara

Aku punya jiwa

Kau menangkap

Aku tak gentar

Kau memaksa

Aku menolak

Kau menembaki

Aku tak takut mati

              Kalau kau berani

              Datang ke sini

              Jangan kabur ke luar negeri


Puisi ini didapat dari kiriman BBM-an kawan-kawan aktivis mahasiswa Bandung. Saya sudah bertanya siapakah yang menulis karya ini. Tapi mereka hanya katakana karya ini seperti pesan berantai yang dikirim dengan ‘sanad’ yang mengatas-namakan aktivis demonstran. Puisi ini menjadi salah satu isi dari buku Bangkitlah Gerakan Mahasiswa.